Penelitian Eksperimen

Pengaruh Media Pembelajaran Visual Berbasis Sel Assisted Learning Dengan Pemanfaatan Macromedia Flash Terhadap Motivasi dan Pemahaman Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja

Tahun Ajaran 2010/2011

I Putu Mardika

01.3954.07

Abstrak

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi siswa dan 2) mengetahui pengaruh media pembelajaran terhadap pemahaman belajar siswa. Sampel penelitian adalah 38 orang siwa kelas XI IA3 (Ilmu Alam III) SMA Negeri 4 Singaraja sebagai kelas kontrol dan kelas XI IA2 (Ilmu Alam II) SMA Negeri 4 Singaraja sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian meliputi, tkuisioner, pre test dan post test dan tes pemahaman belajar pre test dan post test . Validitas media pembelajaran yang dikembangkan diujikan dengan metode expert judgement dengan melibatkan 2 orang ahli, yakni ahli isi dan ahli media. Sedangkan data untuk mengukur pengaruh media pembelajaran terhadap pemahaman siswa dan motivasi belajar siswa, yang bersifat kuantitatif, dianalisis dengan menggunakan deskriptif statistik dengan bantuan Microsoft excel dan SPSS 16.0.

Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat pengaruh media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan pemanfaatan software Macromedia Flash terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan nilai desktriptif statistik (mean, median, mode, range dan standar deviasi) antara hasil pre test yaitu 27,63 dan post test yaitu 52,03, serta perbedaan nilai thitung (4,85) dengan nilai ttabel (1,67), yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan membuktikan bahwa pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi siswa signifikan. (2) Terdapat pengaruh media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan pemanfaatan software Macromedia Flash terhadap pemahaman belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan nilai desktriptif statistik (mean, median, mode, range dan standar deviasi) antara hasil pre test yaitu 67,00 dan post test yaitu 88,95, serta perbedaan nilai thitung (2,34) dengan nilai ttabel (1,67), yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan membuktikan bahwa pengaruh media pembelajaran terhadap pemahaman belajar siswa signifikan.

Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan dengan merekomendasikan kepada guru-guru Agama Hindu khususnya SMA Negeri 4 Singaraja agar dapat menggunakan metode pembelajaran Visual Berbasis Self Assisted Learning Dengan Pemanfaatan Macromedia Flash untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam Pendidikan Agama Hindu

 

Kata kunci: R&D, media pembelajaran, Self Asissted Learning, Macromedia Flash, motivasi, pemahaman.

 

Sesuai dengan Sila pertama dalam Pancasila yaitu keyakinan terhadap Tuhan Yang maha Esa, negara Indonesia meletakkan keyakinan terhadap Ketuhanan adalah hal yang paling utama dan di atas segalanya yang berarti bahwa peranan agama dalam keidupan manusia sangatlah penting. Sesuai dengan kurikulum pendidikan Agama Hindu (2009), pendidikan Agama bertujuan untuk meningkatan potensi spritual, membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia. Akhlak mulia tersebut mencakup etika, budi pekerti, dan moral.

Meski pendidikan Agama Hindu memiliki peranan yang sangat penting, porsi yang diberikan untuk mata pelajaran agama di sekolah-sekolah sangatlah sedikit, yakni hanya satu kali pertemuan atau 2 x 45 menit tiap minggunya. Porsi yang sedikit itu diakibatkan karena Mata Pelajaran Agama kini tidak diikutsertakan dalam Ujian Akhir Nasional (UAN). Mengingat hasil UAN adalah penentu lulus atau tidaknya siswa dalam menempuh pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maka di sekolah porsi yang lebih diberikan untuk mata pelajaran yang diikutsertakan dalam UAN tersebut, seperti mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.

Ketidakikutsertaan mata pelajaran Agama Hindu dalam UAN membuat banyak siswa yang memandang mata pelajaran sebagai mata pelajaran yang bisa dinomorduakan. Keadaan ini memicu menurunnya motivasi dan pemahaman siswa dalam mempelajari Agama Hindu, karena siswa lebih fokus terhadap mata-mata pelajaran yang diikutsertakan dalam UAN karena mata pelajaran tersebut akan menentukan kelulusan mereka dan dianggap lebih mampu memberikan masa depan yang lebih baik. Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan secara informal dengan guru Agama Hindu yang mengajar di SMA 4 Singaraja permasalahan seperti itu sangat dirasakan. Mereka menyatakan bahwa siswa mereka sering terlihat kurang termotivasi dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut disebabkan karena siswa SMA lebih berkonsentrasi terhadap mata pelajaran yang diikutsertakan dalam UAN dan mata pelajaran yang menjadi tuntutan jurusan mereka. Jika keadaan ini terus berlanjut, maka tingkat pemahaman siswa tehadap pelajaran agama juga akan terganggu akibat menurunnya motivasi dan pemahaman belajar akan berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar.

Terkait dengan fenomena di atas terhadap rendahnya motivasi dan pemahaman belajar yang berujung pada rendahnya prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja, peneliti mempunyai beberapa alternatif yang dapat ditempuh untuk mengatasi keadaan tersebut serta sebagai upaya untuk memecahkan masalah tersebut diantaranya: (1) penerapan metode Snowball Throwing dan Media Power Point, (2) menggunakan metode pembelajaran Cooperatif Learning, (3) penerapan metode Problem Solving dan Media Power Point, (4) penerapan media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan memanfaatkan berbasis Macromedia Flash.  

Dari keempat alternatif tersebut di atas peneliti cenderung menggunakan alternatif yang ke-4 yaitu penerapan media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan  memanfaatkan Macromedia Flash. Hal itu disebabkan karena peneliti bermaksud mengembangkan media pembelajaran yang mampu mengundang perhatian siswa SMA khususnya siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja. Untuk itu peneliti akan menerapkan media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan memanfaatkan software Macromedia Flash yang akan dikemas dengan menarik sehingga mampu mengundang perhatian siswa SMA pada umumnya dan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja pada khususnya. Format media pembelajaran visual Self Assisted Learning dengan memanfaatkan komputer dan software Macromedia Flash ini nantinya memungkinkan media pembelajaran untuk tidak hanya digunakan oleh guru pada saat proses belajar mengajar di kelas berlangsung, namun juga dapat dipakai oleh siswa untuk belajar sendiri di rumahnya. Seperti yang disampaikan oleh Mustikasari (2008), “Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa”.

Landasan teoritik pemilihan model pembelajarn Self Assisted Learning dengan pemanfaatan media visual berbasis Macromedia Flash adalah teori yang disampaikan Bruner (dalam Santyasa, 2007) mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian menuju ke belajar dengan simbul, yaitu menggunakan kata-kata (symbolicrepresentation); kedua, menurut Jensen (dalam DePotter. 2001) 90 % masukan indra untuk otak berasal dari sumber visual dan otak mempunyai tanggapan cepat dan alami terhadap tehadap symbol, ikon, dan gambar yang sederhana dan kuat. DePotter (2001) juga menambahkan bahwa penggunaan media visual sangat penting dalam pengajaran, karena media visual dapat membantu guru dalam menanamkan konsep yang abstrak menjadi konkret; ketiga, pemanfaatan software Macromedia Flash sudah pernah diujikan oleh Ana (2009) yang telah mengaplikasikan Macromedia Flash untuk membuat media pembelajaran seni rupa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kubu. Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan oleh Ana (2009) tersebut menunjukkan bahwa pengaplikasian software Macromedia Flash dalam membuat media pembelajaran seni rupa berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai teori-teori seni rupa. Berdasarkan pernyataan diatas, maka dianggap perlu mengangkat topik ini menjadi sebuah penelitian dengan judul “Pengaruh Media Pembelajaran Visual berbasis Self Assisted Learning Dengan Pemanfaatan Macromedia Flash Terhadap Motivasi dan Pemahaman Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja Tahun 2010/2011”

Dari permasalahan di atas masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah ada pengaruh media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan memanfaatkan software Macromedia Flash terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja? 2)Apakah ada pengaruh media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan memanfaatkan software Macromedia Flash terhadap pemahaman belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja?

Upaya untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI SMA Negeri 4 singaraja dapat digunakan media pembelajaran visual berbasis Self-Assisted Learning dengan pemanfaatan Macromedia Flash. Oleh karena media ini menggunakan media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning atau belajar mandiri nantinya akan dapat meningkatkan motivasi Intrinsik dan ekstrinsik siswa untuk menggali lebih banyak lagi materi yang sudah diajarkan oleh guru sehingga pengembangan akan materi tersebut bisa lebih ditambah serta penanaman konsep yang lebih realistis bisa mudah dicerna. Dalam hal ini pemanfaatan media Macromedia Flash diharapkan dapat menambah gairah dan rasa tertarik siswa untuk belajar materi yang disampaikan lewat tambahan animasi-animasi yang kreatif dan inovatif yang dapat membuat konsentrasi dan perhatian dari siswa lebih ditingkatkan lagi sehingga hakekat belajar bermakna bisa dicapai yang indikatornya dapat dilihat lewat tingginya motivasi secara intrinsik dan ekstrinsik serta aktivitas yang bermuara pada peningkatan hasil belajar.

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini bertujuan seperti berikut: 1) Untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan memanfaatkan pengaplikasian software Macromedia Flash terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja. 2) Untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan memanfaatkan pengaplikasian software Macromedia Flash terhadap pemahaman belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja.

Hasil dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa pihak yaitu; 1) bagi siswa untuk mengembangkan media pembelajaran yang menarik sehingga mampu memotivasi siswa untuk lebih senang belajar; 2) bagi guru pengajar Agama Hindu,  diharapkan dengan dibuatnya media       pembelajaran yang menarik, dan terciptanya proses pembelajaran yang inovatif maka akan dapat menghindari kebosanan siswa sehingga akan berdampak terhadap motivasi dan aktivitas belajar dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran Agama Hindu; 3) bagi lembaga pendidikan SMA Negeri 4 Singaraja agar nantinya dapat meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) dan berdampak positif bagi institusi SMA Negeri 4 Singaraja untuk meningkatkan daya saing di dalam dunia pendidikan sehingga mampu mencetak out put yang berkualitas; 4) bagi peneliti  yaitu belajar untuk mengetahui serta lebih memiliki pengalaman-pengalaman (learning to know), belajar untuk berbuat yaitu lewat meningkatkan kemampuan untuk meneliti (learning to do), belajar untuk menjadi yaitu dengan memupuk  sikap profesionalisme di bidang penelitian dan belajar menjadi calon pendidik handal (learning to be) dan belajar untuk hidup bersama lewat pengabdian pada masyarakat (learning to live together).

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan (Sudrajat, 2003). Dengan kata lain, media dapat didefinisikan sebagai salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996 dalam Santyasa, 2007). Sukayati (2003) secara sederhana mendefinisikan media pembelajaran sebagai semua benda yang menjadi perantara dalam pembelajaran. Selain itu, Mustikasari (2008) mendifinisikan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari guru ke siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dan pada akhirnya dapat menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. Definisi media yang dipakai dalam penelitian ini adalah definisi yang disampaikan oleh Santyasa (2007), yang mendefinisikan “media pembelajaran” sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Domingo (dalam Septariani, 2008) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Self Assisted Learning adalah cara yang dapat dilakukan oleh siswa untuk menjadi seorang pelajar mandiri, dan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikannya adalah melalui pemanfaatan computer. Dalam penelitian ini. peneliti akan membuat siswa untuk belajar mandiri dengan memanfaatkan media computer. Menurut Septariani (2008) tujuan dari Self Assisted Learning adalah untuk memberikan kesempatan belajar mandiri sesuai dengan keperluan siswa dan gaya belajar mereka masing-masing, dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengevaluasi dan menilai diri mereka sendiri.

Macromedia Flash adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems. Versi terakhir yang diluncurkan di pasaran dengan menggunakan nama ‘Macromedia’ adalah adalah Macromedia Flash 8. Pada tanggal 3 Desember 2005 Adobe Systems mengakuisisi Macromedia dan seluruh produknya, sehingga nama Macromedia Flash berubah menjadi Adobe Flash (wikipedia Indonesia).

Secara umum yang dimaksud dengan motivasi belajar siswa adalah kerelaan, keinginan, dan keperluan untuk berpartisipasi, dan berhasil dalam proses pembelajaran (Bomia et.al., 1997). Lumsden (1994) dalam Wagner (2002), mengembangkan definisi tersebut lebih jauh, mereka menerangkan bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar akan selalu berusaha untuk terlibat dalam proses belajar mengajar berlangsung, memilih tugas yang sesuai dengan kemampuan mereka, selalu terlibat jika diberikan kesempatan, dan menunjukkan konsentrasi yang intens terhadap tugas yang diberikan; mereka menunjukkan perilaku yang positif selama proses belajar mengajar berlangsung, seperti antusias, optimis, rasa ingin tahu, dan ketertarikan. Sedangkan siswa yang tidak termotivasi akan menunjukka prilaku yang sebaliknya, mereka akan pasif, tidak mau bekerja keras, mudah menyerah ketukan mereka menghadapi tantangan. Menurut Brewster and Fager (2000) motivasi siswa dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah dorongan untuk belajar yang bersumber dari dalam diri siswa sendiri. Sedangkan, motivasi ekstrinsik adalah dorongan belajar yang diakibatkan oleh hal yang berada di luar diri siswa, seperti untuk mendapatkan penghargaan, nilai yang baik, dan atau terhindar dari hukuman. Dalam penelitian ini definisi motivasi yang dipakai adalah definisi yang disampaikan oleh Bomia et. al. (1997). Oleh karena itu, keempat aspek yang disampaikan dalam definisinya (kerelaan, keinginan, partisipasi, dan berhasil) menjadi bahan acuan dalam mengembangkan kuisioner penelitian ini. Jika dilihat dari klasifikasi motivasi menurut Brewster and Fager (2000) motivasi yang diukur dalam penelitian ini adalah motivasi intrinsik. 

Pemahaman belajar berasal dari dua kata yaitu pemahaman dan belajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:583), Pemahaman sendiri berasal dari kata dasar paham. Secara leksikal, kata paham berarti : 1) pengertian, misalnya pengetahuan banyak, pengetahuan kurang, 3) mengerti benar tentang sesuatu 4) pandai dan mengerti benar (dalam sesuatu hal). Sedangkan menurut Poerwadarminta, (1976 : 694) pemahaman berarti mengerti jelas tentang suatu hal atau memiliki pengertian yang mendalam terhadap suatu objek. Rakhmat (1986:16) mengemukakan batasannya, bahwa yang dimaksud dengan pengertian yaitu penerimaan dengan cermat dari isi stimulus. Sedangkan pengertian belajar menurut Usman dan Setiawati (2002:4) mengartikan belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungan sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Dari beberapa pengertian pemahaman belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemahaman belajar adalah suatu pengertian yang mendalam lewat penerimaan yang cermat terhadap suatu materi pembelajaran yang diawali oleh terjadinya perubahan tingkah laku individu dari hasil pengalaman dan latihan.

Dalam penelitian dikenal dua jenis hipotesis yaitu null hipotesis (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Null hipótesis (Ho)  artinya tidak menunjukkan perbedaan motivasi dan pemahaman belajar terhadap pengembangan media pembelajaran yang digunakan dalam hal ini media pembelajaran visual berbasis Self-Assisted Learning dengan pemanfaatan Macromedia Flash. Sedangkan hipotesis alternatif (Ha) artinya menunjukkan perbedaan motivasi dan pemahaman belajar terhadap pengembangan media pembelajaran yang digunakan. Jadi dalam berdasarkan uraian latar belakang, kajian pustaka dan kerangka pikir yang telah dipaparkan maka dapat dirumuskan hipótesis yang akan diuji dalam penelitian sebagai berikut

1)      Terdapat perbedaan motivasi belajar siswa antara kelas yang menggunakan media visual berbasis Self Asssited Learning dengan pemanfaatan Macromedia Flash dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2010/2011.

2)      Terdapat perbedaan pemahaman belajar siswa antara kelas yang menggunakan media visual berbasis Self Asssited Learning dengan pemanfaatan Macromedia Flash dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2010/2011.

Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest non equivalent control group design yang diajukan oleh Arikunto (2003). Dalam desain pretest-posttest non equivalent control group desain terdapat dua kelas yang dipilih secara random sehingga terpilihlah kelas eskperimen dan kelas kontrol, kemudian diberi pretest untuk mengetahui kesetaraan awal dua kelas antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol (Sugiyono, 2008).

 

                        O1        X            O3

            —————————————–

O2                      O4

 

 

 

Gambar. 0.4 Desain Penelitian Eksperimen Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design (Diadaptasi dari Arikunto, 2003)

Keterangan :

O1, O2  : pengamatan awal (pre-test)

O3, O4  : pengamatan akhir (post-test)

X          : perlakuan dengan model Self Assited Learning (SAL) dengan media visual berbasis Macromedia Falsh

 

Pemilihan sampel yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan cara diundi, karena sampel sudah terdistribusi dalam kelas maka digunakan teknik simple group random sampling untuk menentukan sampel penelitian. Teknik ini dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen (Sugiyono 2003:93). Populasi yang dipilih sebagai sumber data yang dianggap dapat mewakili populasi disebut sampel (Sukardi, 2004). Pengambilan sampel dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, dari lima kelas yang ada diundi untuk menentukan dua kelas sebagai sampel penelitian. Melalui hasil pengundian didapat dua kelas sebagai sampel yaitu kelas XI IA2 dan XI IA3.Tahap kedua, dari dua kelas tersebut diundi lagi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang menggunakan media pembelajaran Visual berbasis Self Assisted learning (SAL) dengan pemanfaatan Macromedia Flash yaitu kelas XI IA2. Sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional (MPK) XI IA3. Kelas eksperimen (Exsperimen Group) diberi perlakuan model pembelajaran Self Assisted Learning dengan pemanfaatan media visual berbasis Macromedia Flash (X). Kelas kontrol dibiarkan tetap dengan menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional (MPK). O1 dan O2 berturut-turut merupakan hasil pre test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. O3 dan O4 berturut-turut merupakan hasil posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Berdasarkan data pre test yang dikumpulkan, untuk kelas eksperimen diperoleh skor motivasi belajar siswa pada pokok bahasan Panca Sradha berkisar antara 22 sampai 31 dengan skor maksimum 60. Dan untuk kelas kontrol berkisar antara 20 sampai 31 dengan skor maksimum 60. Dilihat dari skor rata-rata kelas motivasi belajar siswa untuk kelas eksperimen mencapai 27,63, sedangkan untuk motivasi kelas kontrol skor rata-rata kelasnya mencapai 27,53. Sedangkan data pre test pemahaman belajar untuk kelas eksperimen diperoleh skor berkisar antara 55 sampai 85 dengan skor maksimum 100. Sedangkan skor untuk kelas kontrol berkisar antara 50 sampai 75 dengan skor maksimum 100. Dilihat dari skor rata-rata kelas pemahaman belajar siswa untuk kelas eksperimen yaitu sebesar 66,84, sedangkan untuk kelas kontrol skor rata-rata kelasnya yaitu 66,45

Hasil post test motivasi belajar setelah diberikan treatment, untuk kelas eksperimen diperoleh skor motivasi belajar siswa pada pokok bahasan Panca Sradha berkisar antara 48 sampai 57 dengan skor maksimum 60. Sedangkan untuk kelas kontrol skor motivasi belajarnya berkisar antara 36 sampai 44 dengan skor maksimum 60. Dilihat dari skor rata-rata kelas motivasi belajar siswa untuk kelas eksperimen yang mencapai 52,03, sedangkan pada kelas kontrol yang memiliki skor rata-rata kelas motivasi belajar 39,61. Hasil post test pemahaman setelah diberikan treatment, untuk kelas eksperimen diperoleh skor pemahaman belajar siswa pada pokok bahasan Panca Sradha berkisar antara 75 sampai 100 dengan skor maksimum 100. Sedangkan data hasil post test untuk kelas kontrol berkisar antara 65 sampai 80 dengan skor maksimum 100. Dilihat dari skor rata-rata kelas pemahaman belajar siswa untuk kelas eksperimen yang mencapai 88,95, sedangkan untuk kelas kontrol memiliki skor rata-rata kelas pemahaman belajar yaitu 72,24.

Berdasarkan tabel 2.8 untuk analisis normalitas data motivasi belajar siswa, tampak bahwa kelas eksperimen yang diuji dengan Kolmogorov-Smirnov (sig: 0,200>0,05) dan Shapiro-Wilk (sig: 0,200>0,05), masing-masing menunjukkan angka-angka dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05. Sedangkan  kelas kontrol yang diuji dengan Kolmogorov-Smirnov (sig: 0,200>0,05) dan Shapiro-Wilk (sig: 0,110>0,05), masing-masing menunjukkan angka-angka dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dengan nilai-nilai statistik Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk yang menunjukkan angka-angka dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05. Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa data pada semua unit analisis berdistribusi normal.

Tabel 2.9 Ringkasan Hasil Uji Normalitas Data Pemahaman Belajar

Kelompok

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic

df

Sig.

Statistic

df

Sig.

Eksperimen

0.207

38

0.170

0.917

38

0.098

Kontrol

0.252

38

0.150

0.870

38

0.083

 

Berdasarkan tabel 2.9 untuk analisis normalitas data pemahaman belajar siswa, tampak bahwa kelas eksperimen yang diuji dengan Kolmogorov-Smirnov (sig: 0,170>0,05) dan Shapiro-Wilk (sig: 0,098>0,05), masing-masing menunjukkan angka-angka dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05. Sedangkan  kelas kontrol yang diuji dengan Kolmogorov-Smirnov (sig: 0,150>0,05) dan Shapiro-Wilk (sig: 0,083>0,05), masing-masing menunjukkan angka-angka dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dengan nilai-nilai statistik Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk yang menunjukkan angka-angka dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05. Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa data pada semua unit analisis berdistribusi normal.

Uji homogenitas ini dilakukan pada kedu kelas yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Uji homogenitas varians antar kelompok menggunakan Levene’s Test of Equality of Error Variance. Data memiliki varians yang sama jika angka signifikansi yang dihasilkan lebih besar dari 0,05. Ringkasan hasil analisis homogenitas varian antar kelompok model pembelajaran disajikan pada tabel 3.0 untuk motivasi belajar siswa dan tabel 3.1 data analisis homogenitas varian untuk pemahaman belajar siswa

Tabel 3.0 Ringkasan Hasil Uji Homogenitas Varians antar Kelas untuk Motivasi Belajar Siswa

Levene Statistic

df1

df2

Sig.

Based on Mean

2.947

2

30

0.868

Based on Median

0.572

2

30

0.571

Based on Median and with adjusted df

0.572

2

27.660

0.571

Based on trimmed mean

2.947

2

30

0.868

 

Berdasarkan Tabel 3.0, data ringkasan hasil uji homogenitas varians antar kelompok model untuk motivasi belajar siswa tampak bahwa secara keseluruhan nilai Levene Statistic menunjukkan angka signifikansi di atas 0,05. Dalam penelitian ini, interpretasi dilakukan dengan memilih salah satu statistik yang didasarkan pada rata-rata (Based on Mean) dan menunjukkan signifikansi 0,868>0,05. Hal ini berarti bahwa varian antara kelas eksperimen dan kontrol adalah homogen untuk variabel motivasi belajar siswa.

Tabel 3.1 Ringkasan Hasil Uji Homogenitas Varians antar Kelas untuk Pemahaman Belajar Siswa

Levene Statistic

df1

df2

Sig.

Based on Mean

2.725

3

34

0.890

Based on Median

1.696

3

34

0.186

Based on Median and with adjusted df

1.696

3

29.457

0.186

Based on trimmed mean

2.725

3

34

0.730

 

Berdasarkan Tabel 3.1 data ringkasan hasil uji homogenitas varians antar kelompok model untuk pemahaman belajar siswa tampak bahwa semua nilai Levene Statistic menunjukkan angka signifikansi di atas 0,05. Sama seperti data homogenitas varian antar kelas untuk variabel motivasi belajar siswa, bahwa untuk interpretasi dilakukan dengan memilih salah satu statistik yang didasarkan pada rata-rata (Based on Mean) dan menunjukkan signifikansi 0,890>0,05. Hal ini berarti bahwa varian antara kelas eksperimen dan kontrol adalah homogen untuk variabel pemahaman belajar siswa.

 

Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan rumus t-test (Sugiyono 2003:228-229). Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis motivasi belajar diperoleh nilai th =  4,85 kemudian diuji dengan harga ttabel untuk signifikansi 0,05 yaitu1,67 dan nilai df yaitu 60. Dalam hal ini berlaku ketentuan bahwa bila t hitung (th) lebih besar dengan t tabel (tt) atau (4,85>1,67), maka H0 ditolakdanHA diterima. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis pemahaman belajar diperoleh nilai th =  2,34 kemudian diuji dengan harga ttabel untuk signifikansi 0,05 yaitu1,67 dan nilai df yaitu 60. Dalam hal ini berlaku ketentuan bahwa bila t hitung (th) lebih besar dengan t tabel (tt) atau (2,34>1,67), maka H0 ditolakdanHA diterima.

Hasil penelitian ini telah membuktikan hipotesis yang diajukan, yaitu terdapat perbedaan motivasi dan pemahaman belajar Agama Hindu antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Pembahasan dari pernyataan di atas dapat dikaji secara teoritik dan oprasional empiris antara model pembelajaran visual berbasis Self Asssited Learning dengan pemanfaatan Macromedia Flash (kelas eksperimen) dengan model pembelajaran konvensional (kelas kontrol). Self Asssited Learning adalah cara yang dapat dilakukan oleh siswa untuk menjadi seorang pelajar mandiri, dan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikannya adalah melalui pemanfaatan media computer lewat software Macromedia Flash karena media ini dinilai dapat menyalurkan informasi dari guru ke siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dan pada akhirnya dapat menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar yang bermuara pada peningkatan motivasi dan pemahaman belajar siswa.

Dari pemaparan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: 1) terdapat pengaruh media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan pemanfaatan software Macromedia Flash terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan nilai desktriptif statistik untuk kelas eksperimen antara hasil pre test dengan rata-rata kelas yaitu 27,63 dan post test rata-rata kelasnya yaitu 52,03, serta perbedaan nilai thitung (4,85) yang lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel (1,67) atau (4,85>1,67), yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan membuktikan bahwa pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi siswa signifikan, 2) terdapat pengaruh media pembelajaran visual berbasis Self Assisted Learning dengan pemanfaatan software Macromedia Flash terhadap pemahaman belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas XI SMA Negeri 4 Singaraja. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan nilai desktriptif statistik untuk kelas eksperimen antara hasil pre test dengan rata-rata kelas yaitu 66,84 dan post test rata-rata kelasnya yaitu 88,95, serta perbedaan nilai thitung (2,34) yang lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel (1,67) atau (2,34>1,67), yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan membuktikan bahwa pengaruh media pembelajaran terhadap pemahaman belajar siswa signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat diajukan beberapa saran guna peningkatan kualitas pembelajaran Agama Hindu antara lain; 1) bagi Siswa hendaknya lebih memahami dan mendalami tentang pemanfaatan media visual dalam pembelajaran Agama Hindu khususnya software Macromedia Flash, sehingga pembelajaran akan lebih kreatif, inovatif dan bisa dilakukan dimana saja; 2) bagi guru hendaknya menggunakan model ini sebagai alternatif untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman belajar siswa; 3) bagi sekolah hendaknya melakukan penelitian yang serupa dengan skala kuantitas yang lebih besar sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di internal sekolah; 4) bagi peneliti materi pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini terbatas hanya pada pokok bahasan Panca Sradha saja sehingga dapat dikatakan bahwa hasil-hasil penelitian terbatas hanya pada materi tersebut. Untuk mengetahui kemungkinan hasil yang berbeda pada pokok bahasan lainnya, peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian yang sejenis pada pokok bahasan yang lain. Peneliti menyadari bahwa perlakuan yang diberikan kepada siswa sangatlah singkat jika digunakan untuk mengetahui motivasi dan pemahaman belajar siswa.

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Ana, I Nyoman Duwika Adi. 2009. Penggunaan Macro Media Flash untuk

Meningkatkan Pemahaman Teori dalam pembelajaran Seni Rupa pada Siswa Kelas X.8 SMK N 1 Kubu. Penelitian Non-Cetak.

Bomia, L.et. al. (1997). The Impact of Teaching Strategies on Intrinsic Motivation.

Champaign, IL: ERIC Clearinghouse on Elementary and Early Childhood

Education.

Brewster, Cori and Fager, Jennifer. (2000). Increasing Student Engagement and

Motivation From Time-on-Task to Homework. Northwest Regional Educational Laboratory.

Bungin, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rajagrafindo

Persada.

DePotter et.al. 2010. Quantum Teaching: Mengaktifkan Quantum Learning di Ruang-

Ruang Kelas. Bandung: PT Mizan Pustaka.

Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2005). The Systematic Design of Instruction.

(6th ed.).Boston: Allyn and Bacon.

Dwijayanti, I Gst. Ayu Mahadi. 2008. Developing Listening Material for Self Assisted

Learning Center to Help Studenta of EED to Improve Their Listening Comprehension. Skripsi: Undiksha.

Fraenkel, Jack R. and Norman E. Wallen. 1993. How to Design and Evaluate Research

in Education. New York: McGraw Hill Inc.

Krisna, I Gede Endra. 2008. Developing Wtitting Material for Self Assisted

Learning Center to Help Studenta of EED to Improve Their Writting Comprehension Skripsi: Undiksha.

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s